Wartawan Senior Edigebuk bin Madesi Berpulang, Dunia Pers Sumsel Berduka Wartawan Senior Edigebuk bin Madesi Berpulang, Dunia Pers Sumsel Berduka / Karman (26-Dec-2025)
Bratapos / Daerah

Wartawan Senior Edigebuk bin Madesi Berpulang, Dunia Pers Sumsel Berduka

Terbit : 26-Dec-2025, 21:21 WIB // Pewarta : Karman, Editor : Karman // Viewers : 66 Kali

Ogan Komering Ilir, I bratapos.com 
Dunia jurnalistik Sumatera Selatan berduka. Wartawan senior Edigebuk bin Madesi meninggal dunia pada Kamis dini hari sekitar pukul 02.00 WIB dalam usia 56 tahun.

Almarhum dimakamkan di Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. sebelumnya, jenazah disemayamkan di rumah duka milik kakak kandungnya, Darson, yang berada di belakang Puskesmas Pedamaran, Desa Pedamaran VI, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten OKI.

Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, serta rekan-rekan seprofesi. Semasa hidupnya, Edigebuk bin Madesi dikenal sebagai wartawan yang pekerja keras, bersahaja, dan konsisten menjalankan profesi jurnalistik dengan penuh dedikasi.

Salah satu sahabat dekat almarhum, Fidiel Castro, mengaku sangat terpukul atas kepergian sosok yang telah lama dikenalnya tersebut. menurutnya, hubungan persahabatan mereka telah terjalin bertahun-tahun dan tidak sekadar sebatas rekan kerja.

“Saya sangat terkejut dan kehilangan. hubungan kami sudah seperti saudara sendiri,” ujar Fidiel, Kamis.

Fidiel mengenang pertemuan terakhirnya dengan almarhum sekitar dua pekan lalu, pada Desember 2025. Saat itu, Edigebuk bin Madesi sempat berkunjung ke kediamannya di Tanjung Raja.keduanya bahkan masih melakukan perjalanan jurnalistik ke sejumlah wilayah di Ogan Ilir hingga Indralaya.

Menurut Fidiel, meski telah berusia lebih dari lima dekade, almarhum tetap menunjukkan semangat kerja yang tinggi dan kondisi fisik yang cukup prima.

“Beliau masih kuat berjalan jauh lintas daerah untuk mencari berita. semangat kerjanya sangat luar biasa,” katanya.

Selain dikenal gigih di lapangan, almarhum juga dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan memiliki pandangan hidup yang realistis. dalam perbincangan terakhir mereka, almarhum sempat menyampaikan pesan tentang kehidupan.

“Beliau pernah mengatakan bahwa hidup ini untuk dinikmati, dan ketika meninggal dunia semuanya akan ditinggalkan,” tutur Fidiel.

Rencana keduanya untuk kembali melakukan kegiatan jurnalistik di wilayah Ogan Ilir pada awal pekan ini pun tidak sempat terwujud. Dalam beberapa hari terakhir sebelum kabar duka diterima, almarhum tidak lagi merespons komunikasi.

Kepergian Edigebuk bin Madesi menjadi kehilangan besar bagi insan pers, khususnya di Sumatera Selatan. Dedikasi, kesederhanaan, serta semangat pengabdian almarhum dalam dunia jurnalistik akan terus dikenang oleh rekan-rekan sejawat.

“Selamat jalan sahabat. semoga amal ibadahmu diterima dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” pungkas Fidiel.


Pilihan Untukmu